PENILAIAN FORMATIF
Penilaian formatif adalah penilaian
yang dilakukan terus-menerus,, yaitu sepanjang proses pengajaran dan
pembelajaran, untuk menilai keberhasilan pengajaran guru dan pembelajaran
pelajar bagi setiap siswa yang diajar. Penilaian ini bertujuan untuk membantu
dan memperbaiki proses pengajaran dan pembelajaran.
Ciri-ciri:
v Dilakukan dengan tujuan memperoleh
informasi, agar dapat memperbaiki kurikulum.
v Dilakukan sepanjang
waktu dan informasi yang diperoleh dari evaluasi ini digunakan secara terus menerus.
v Termasuk kedalam
tes diagnostik yakni yang dapat memberikan input akan masalah yang dihadapi murid
dalam mengikuti pembelajaran.
v Dilakukan selama masa pengajaran dan
pembelajaran berlangsung.
v Informasi yang diperoleh
akan digunakan langsung dalam meningkatkan pengajaran dan pembelajaran agar siswa
dan guru sama-sama memperoleh manfaat dari test ini.
v Contoh: sesi soal
jawab, latihan yang diberikan guru dan tes di kelas yang tidak ditentukan kelas.
Prosedur
Penilaian Formatif
1)
Menentukan
topik pembelajaran.
v Silabus pelajaran berisi beberapa topik
yang seharusnya dihabiskan sepanjang sesi persekolahan untuk satu tahun.
v Topik berdasarkan silabus disusun
berdasarkan tingkat kesulitan.
v Seandainya topik tersebut memiliki cakupan
yang luas, maka penekanan harus diberikan dan mungkin diperlukan dikecilkan ke sub-topik
tertentu.
v Dengan cara ini guru akan dapat memastikan
murid-murid menguasai sesuatu sub-topik tertentu terlebih dahulu sebelum melanjutkan
ke topik berikutnya.
v Sebelum beralih ke topik lain, guru akan
mengadakan tes formatif untuk melihat tingkat penguasaan suatu topik.
2) Menyatakan aspek dan tingkat pencapaian
bagi sesuatu topik pembelajaran.
v
Guru menentukan kemampuan siswa dalam mengenal warna ,
simbol , membaca dan lain - lain sesuai kebutuhan topik tersebut .
v
Setelah aspek tersebut ditentukan , maka guru dapat
menentu tingkat penguasaan murid dalam kelas terhadap suatu topik tersebut .
v
Dalam hal ini apabila hasil menunjukkan 80 % sampai 90 %
siswa telah menunjukkan penguasaan terhadap sesuatu topik , memperlihatkan
bahwa kebanyakan siswa sudah menguasai topik tersebut .
3) Menghubungkan elemen - elemen yang ada dalam setiap topik
.
v
Guru perlu menyusun elemen - elemen yang ada dalam topik
- topik pembelajaran pada tingkat perlakuan tertentu dengan berdasarkan
taksonomi pendidikan .
v
Setelah pemeringkatan berdasarkan tingkat perlakuan
selesai , gurus berikutnya mengaitkan semua elemen terkait yang ada dalam satu
- satu topik agar saling bertautan dan tidak terpisah .
4) Membentuk pertanyaan tes .
v
Dilakukan setelah penentuan elemen - elemen tersebut
v
Detiap elemen tersebut seharusnya diuji
kepada siswa setidaknya satu pertanyaan .
5) Mengusulkan
langkah tindak lanjut .
v
Guru mengetahui tingkat penguasaan suatu topik
pembelajaran di samping kesulitan yang dihadapi oleh murid - murid .
v
Tindak lanjut harus dilaksanakan
berdasarkan hasil tes yang diperoleh .
v
Contoh : murid - murid masih menunjukkan kelemahan
signifikan dalam suatu topik , maka tindakan selanjutnya yang harus diambil
oleh guru adalah mengulang kembali topik tersebut atau memodifikasi pendekatan
penyampaian agar murid - murid dapat menguasai topik tersebut .
Tujuan Penilaian Formatif :
v
Memperbaiki pengajaran pembelajaran .
v
Meningkatkan prestasi siswa pada akhir
suatu pelajaran .
v
Memperlihatkan kelemahan - kelemahan
yang ada baik pada penyampaian guru atau penguasaan murid dan selanjutnya guru
akan memperbaiki agar murid dapat menguasai dengan lebih baik .
v
Menolong murid - murid menguasai sesuatu
unit atau topik pembelajaran dan ini memungkinkan mereka memperoleh prestasi
yang lebih baik pada akhir periode atau semester sekolah .
v
Memperbaiki kualitas serta dapat
memprediksi prestasi siswa . Menjadi satu kepuasan kepada seseorang guru beliau
dapat meningkatkan prestasi murid - murid dari waktu ke waktu .
v
Guru dapat meninggi dan mempertahankan
prestasi yang memuaskan . Hal ini dalam perbandingan yang dapat dibuat antara
prestasi murid sekarang dengan pencapaian murid lalu melalui catatan tes
formatif yang telah dikendalikan dan mencatat masalah yang dihadapi oleh murid
- murid dahulu serta langkah solusi yang telah diambil . Dengan cara ini , guru
dapat mempertahankan prestasi siswa dan memprediksi pencapaian pada akhir
penggal persekolahan .
v
Memodifikasi pengajaran seseorang guru .
v
Guru juga dapat menentukan pendekatan
yang lebih baik dalam pengiriman .
v
Memberikan bimbingan belajar kepada
murid - murid .
v
Menjadikan murid selalu siap untuk
menduduki serangkaian tes yang dilakukan dan dengan itu membutuhkan ketekunan
dan fokus pada topik - topik pembelajaran .
PENILAIAN SUMATIF
Penilaian
sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada akhir pengajaran ( akhir semester /
akhir tahun ) , yang bertujuan untuk menilai pencapaian akhir siswa . Berbeda
dengan penilaian formatif yang lebih berfokus pada penilaian penguasaan siswa
dalam suatu judul , penilaian sumatif bertujuan untuk menentukan pencapaian
siswa pada akhir penggal persekolahan atau akhir tahun yang juga dapat
menentukan efektivitas suatu kurikulum
Fitur :
v
Lebih berkonsentrasi menilai tingkat
penguasaan siswa dalam satu - satu topik pembelajaran
v
Untuk menentukan pencapaian siswa pada
akhir suatu penggal persekolahan dan digunakan untuk menentukan efektivitas
suatu kurikulum secara keseluruhan .
Langkah - langkah membuat tes sumatif :
v
Membentuk tabel penentuan tes yang berisi informasi yang
lengkap terkait tujuan , bentuk item , jumlah item , periode penilaian , konten
dan sebagainya . Ini untuk memastikan validitas tes yang bakal dilaksanakan dan
keandalan hasil yang diperoleh .
v
Merumuskan pertanyaan - pertanyaan yang berkaitan dengan
isi dan perlakuan yang ingin diuji . Setiap item haruslah menguji tujuan
pelajaran yang telah ditetapkan .
v
Kumpulkan item secara sistematis . Misalnya
mengelompokkan item berdasarkan bentuk yang sama . Cek objektif dipisahkan
dengan item mengisi tempat kosong , esai dan sebagainya . Cek juga dapat
disusun urutan topik atau berdasarkan tingkat keterampilan kognitif . Misalnya
menyusun pertanyaan mulai lantai rendah diikuti lantai lebih tinggi .
v
Menyiapkan skema penilaian untuk tujuan pemeriksaan
kertas tes . Ini dapat mencegah terjadinya bias dalam pemberian nilai murid -
murid .
v
Memberikan arahan yang jelas tentang apa yang seharusnya
murid lakukan dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan .
v
Menguji item tersebut terlebih dahulu melalui tes rintis
kepada sampel siswa untuk memastikan tes yang bakal dijalankan itu benar -
benar sah dan dapat dipercaya serta dapat memperbaiki kelemahan - kelemahan
yang ada pada item tersebut .
v
Menganalisis item yang telah diatur secara rintis untuk
mengetahui tingkat kesulitan item , daya diskriminasi item , ketunggalan item ,
validitas dan keandalan tersebut serta memastikan pilihan jawaban yang
disediakan ( distraktor ) dapat berperan dengan baik .
Tujuan :
v
Membantu murid - murid secara individu
dalam meningkatkan prestasi .
v
Memberikan nilai kepada murid - murid
berdasarkan prestasi yang ditunjukkan dalam ujian yang diselenggarakan .
v
Mengakui kemampuan dan keterampilan yang
dimiliki oleh siswa . Ini berdasarkan skor yang diperoleh oleh siswa dalam
penilaian yang dilakukan
v
Dijadikan petunjuk dalam memulai sesuatu
kursus baru yang terkait .
v
Memperlihatkan tingkat pencapaian yang
berbeda menurut kelompok .
apakah summative hanya bisa menjadi metode akhir pembelajaran siswa?
BalasHapusapakah busa juga untuk mengevaluasi suatu web perguruan tinggi? hanya menggunakan summative tampa menggunakan farmatif?
tolong di jawak pak :)
saya kebingungan tentang metode ini
Ika,
HapusSummative bukan metode pembelajaran ya,Summative di atas merupakan suatu bentuk penilaian yang dilakukan dengan tujuan agar mengetahui pencapaian siswa, apakah sudah sesuai KKM atau belum. Contohnya MID Sem, dan Tes Ulangan Sem.
Perlu diketahui bentuk penilaian summative dan Formative di atas digunakan untuk mengevaluasi pengalaman belajar siswa, bukan untuk mengevaluasi suatu web.