Nama : Dedy A Bilaut
Nim : 11010210008
A. Penalaran
Pendapat orang
bahwa binatang bernalar ternyata salah karena jika binatang mempunyai
kemampuan menalar, maka bukan harimau jawa yang dilestarikan,
melainkan manusia jawa. Kemampuan menalar menyebabkan manusia mampu
mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia
kekuasaan-kekuasaannya. Manusia selalu dihadapkan untuk memilih
baik-buruk, indah-jelek, jalan benar-jalan salah. Dalam melakukan
pilihan ini, manusia berpaling pada pengetahuan. Binatang juga
mempunyai pengetahuan, namun terbatas untuk survival.
Manusia mengembangkan pengetahuan untuk mengatasi kebutuhan
kelangsungan hidupnya.
Pada
hakekatnya penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang mempunyai
karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. Penalaran merupakan
proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa
pengetahuan. Adapula ciri-ciri bernalaar sebgai berikut:
- Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika.
- Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.
B. Logika
Logika adalah
merupakan peran akal yang memanfaatkan kebebasan yang dimilikinya
menganggap sebagai kebenaran bahwa segala sesuatu yang ada paling
kurang diragukan pun berarti tidak,mengakui bahwa bagaimanapun juga
ditinjau secara mutlak, mustahil bawa ini merupakan peristiwa
terpenting , karena secara demikian dapatlah dengan mudah ditarik
perbedaan antara hal-hal yang termasuk akal.Logika adalah sebuah
cabang filsafat yang praktis. Praktis di sini berarti logika dapat
dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam filsafat logika
digunakan untuk melakukan pembuktian Suatu kebenaran. Logika
mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara
tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga
bisa dianggap sebagai cabang matematika. logika tidak bisa
dihindarkan dalam proses hidup mencari kebenaran.Logika adalah sarana
untuk berpikkir sistematis ,valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu bepikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan
berpikir, Seperti setengah tidak boleh lebih dari satu.
Dalam berpikir
logis kita harus mengetahui hal-hal berikut:
a.
Mencintai kebenaran
Sikap
ini sangat fundamental untuk berpikir yang baik, sebab sikap ini
senatiasa menggerakkan si pemikir untuk mencari,mengusut ,
meningkatkan mutu berpikir dan penalarannya. Menggerakkan si pemikir
untuk senantiasa mewaspadai roh-roh yang akan menyelewengkannya dari
yang benar. Minsalnya menyederhanakan kenyataan,menyempitkan
cakrawala/ perspektif, berpikir terkotak-kotak,memutlakkan titik
berdiri atau suatu profil dan sebagainya.
b.
Ketahuilah dengan sadar apa yang sedang anda kerjakan
Kegiatan
yang sedang dikerjakan adalah kegiatan berpikir. Seluruh aktivitas
intelek kita adalah suatu usaha terus menerus mengerjakan kebenaran
yang diselingi dengan diperolehnya pengetahuan tentang kebenaran
tetapi bersifat parsial.
c.
Ketahuilah dengan sadar apa yang sedang anda katakan
Pikiran
diungkapkan kedalam kata-kata. Kecermatan pikiran terungkap kedalam
kecermatan kata-kata,karenanya kecermatan ungkapan pikiran kedalam
kata merupakan sesuatu yang tidak boleh ditawar lagi.
d.
Buatlah distingsi (pembeda) dan pembagian(klasifikasi) yang
semestinya
Jika
ada dua hal yang tidak memiliki bentuk yang sama , hal itu jelas
berbeda .tetapi banyak kejadian di mana dua hal atau lebih menpunyai
bentuk sama,namun tidak identik. Disinilah perlunya membuat distingsi
,suatu berbedaan.
e.
Cintailah difinisi yang tepat
Penggunaan
bahasa sebagai ungkapan sesuatu kemungkinan tidak ditangkap
sebagaimana yang di ungkapkan atau yang dimaksud. Karenanya jangan
segan membuat definisi. Difinisi harus diburu hingga tertangkap
.Definisi adalah pembatasan yakni membuat jelas batas-batas sesuatu.
f.
Ketahuilah dengan sadar mengapa anda menyimpulkan begini atau begitu
Ketahuilah
mengapa anda berkata begini atau begitu. Anda harus bisa dan biasa
melihat asumsi – asumsi.imflikasi-imflikasi,dan dan
konsekkuensi-konsekuensi dari suatu penuturan. Pernyatan atau
kesimpulan yang dibuat.
g.
Hindarilah kesalahan kesalahan dengan segala usaha dan tenaga,serta
sangguplah mengenali jenis,macam dan nama kesalahan, demikian juga
mengenali sebab-sebab kesalahan pemikiran(penalaran).
Kegunaan
Logika :
- Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
- Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
- Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
- Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
- Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir, kekeliruan, serta kesesatan.
C. Hubungan penalaran dan logika
Penalaran
merupakan proses berpikir untuk mendapatkan pengetahuan. Supaya
pengetahuan yang didapat benar maka penarikan kesimpulan harus
dilakukan dengan benar atau mengikuti pola tertentu. Cara penarikan
kesimpulan disebut logika. Ada dua cara penarikan kesimpulan yaitu
logika induktif dan logika deduktif.
Induktif merupakan cara berpikir dengan melakukan penarikan kesimpulan yang bersifat umum berdasarkan kasus-kasus individu. Kentungan kesimpulan yang bersifat umum ini yang pertama adalah ekonomis. Dan yang kedua bahwa kesimpulan umum ini memungkinkan proses penalaran berikutnya baik induktif maupun deduktif. Dengan demikian memungkinkan untuk mendapatkan pengetahuan secara sistematis. Ciri-cirinya Jika premis benar, kesimpulan mungkin benar, tapi tak pasti benar,ciri yang berikut kesimpulan memuat informasi yang tak ada, bahkan secara implisit, dalam premis.
Deduktif merupakan cara berpikir untuk melakukan penarikan kesimpulan dari peryataan umum menjadi pernyataan khusus. Penalaran deduktif menggunakan pola berpikir silogisme. Dari premis mayor dan premis minor kemudian ditarik suatu kesimpulan. Cirinya Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar,dan Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.
Induktif merupakan cara berpikir dengan melakukan penarikan kesimpulan yang bersifat umum berdasarkan kasus-kasus individu. Kentungan kesimpulan yang bersifat umum ini yang pertama adalah ekonomis. Dan yang kedua bahwa kesimpulan umum ini memungkinkan proses penalaran berikutnya baik induktif maupun deduktif. Dengan demikian memungkinkan untuk mendapatkan pengetahuan secara sistematis. Ciri-cirinya Jika premis benar, kesimpulan mungkin benar, tapi tak pasti benar,ciri yang berikut kesimpulan memuat informasi yang tak ada, bahkan secara implisit, dalam premis.
Deduktif merupakan cara berpikir untuk melakukan penarikan kesimpulan dari peryataan umum menjadi pernyataan khusus. Penalaran deduktif menggunakan pola berpikir silogisme. Dari premis mayor dan premis minor kemudian ditarik suatu kesimpulan. Cirinya Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar,dan Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.
Baik
logika deduktif maupun induktif menggunakan pengetahuan sebagai
premis-premisnya berupa pengatahuan yang dianggapnya benar.
Contoh
penalaran logika deduktif
- Setiap kabupaten terpencil di papua mengirim utusannya untuk melanjutkan studi di STKIP surya
- Semua kabupaten di papua adalah kabupaten terpencil.
∴ Setiap
kabupaten di papua mengirim utusannya untuk melanjutkan studi di
STKIP Surya.
Contoh
penalaran logika induktif
- Kabupaten Tolikara Mengirim 20 anak untuk melanjutkan studi di STKIP surya.
- Kabupaten Yalimu mengirim 20 anak untuk melanjutkan studi di STKIP surya.
- Kabupaten Kupang mengirim 20 anak untuk melanjutkan studi di STKIP surya.
- Kabupaten Merauke mengirim 20 anak untuk melanjutkan studi di STKIP surya.∴ Setiap kabupaten mengirim 20 anak untuk melanjutkan studi di STKIP surya.




