Jumat, 04 Oktober 2013

Formative vs Summative Assesment


PENILAIAN FORMATIF
Penilaian formatif adalah penilaian yang dilakukan terus-menerus,, yaitu sepanjang proses pengajaran dan pembelajaran, untuk menilai keberhasilan pengajaran guru dan pembelajaran pelajar bagi setiap siswa yang diajar. Penilaian ini bertujuan untuk membantu dan memperbaiki proses pengajaran dan pembelajaran.

Ciri-ciri:
v  Dilakukan dengan tujuan memperoleh informasi, agar dapat memperbaiki kurikulum.
v  Dilakukan sepanjang waktu dan informasi yang diperoleh dari evaluasi ini digunakan secara terus menerus.
v  Termasuk kedalam tes diagnostik yakni yang dapat memberikan input akan masalah yang dihadapi murid dalam mengikuti pembelajaran.
v  Dilakukan selama masa pengajaran dan pembelajaran berlangsung.
v  Informasi yang diperoleh akan digunakan langsung dalam meningkatkan pengajaran dan pembelajaran agar siswa dan guru sama-sama memperoleh manfaat dari test ini.
v  Contoh: sesi soal jawab, latihan yang diberikan guru dan tes di kelas yang tidak ditentukan kelas.
Prosedur Penilaian Formatif
1)    Menentukan topik pembelajaran.
v  Silabus pelajaran berisi beberapa topik yang seharusnya dihabiskan sepanjang sesi persekolahan untuk satu tahun.
v  Topik berdasarkan silabus disusun berdasarkan tingkat kesulitan.
v  Seandainya topik tersebut memiliki cakupan yang luas, maka penekanan harus diberikan dan mungkin diperlukan dikecilkan ke sub-topik tertentu.
v  Dengan cara ini guru akan dapat memastikan murid-murid menguasai sesuatu sub-topik tertentu terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke topik berikutnya.
v  Sebelum beralih ke topik lain, guru akan mengadakan tes formatif untuk melihat tingkat penguasaan suatu topik.

2)      Menyatakan aspek dan tingkat pencapaian bagi sesuatu topik pembelajaran.

v  Guru menentukan kemampuan siswa dalam mengenal warna , simbol , membaca dan lain - lain sesuai kebutuhan topik tersebut .
v  Setelah aspek tersebut ditentukan , maka guru dapat menentu tingkat penguasaan murid dalam kelas terhadap suatu topik tersebut .
v  Dalam hal ini apabila hasil menunjukkan 80 % sampai 90 % siswa telah menunjukkan penguasaan terhadap sesuatu topik , memperlihatkan bahwa kebanyakan siswa sudah menguasai topik tersebut .

3)      Menghubungkan elemen - elemen yang ada dalam setiap topik .

v  Guru perlu menyusun elemen - elemen yang ada dalam topik - topik pembelajaran pada tingkat perlakuan tertentu dengan berdasarkan taksonomi pendidikan .
v  Setelah pemeringkatan berdasarkan tingkat perlakuan selesai , gurus berikutnya mengaitkan semua elemen terkait yang ada dalam satu - satu topik agar saling bertautan dan tidak terpisah .

4)      Membentuk pertanyaan tes .

v  Dilakukan setelah penentuan elemen - elemen tersebut
v  Detiap elemen tersebut seharusnya diuji kepada siswa setidaknya satu pertanyaan .

5)       Mengusulkan langkah tindak lanjut .

v  Guru mengetahui tingkat penguasaan suatu topik pembelajaran di samping kesulitan yang dihadapi oleh murid - murid .
v  Tindak lanjut harus dilaksanakan berdasarkan hasil tes yang diperoleh .
v  Contoh : murid - murid masih menunjukkan kelemahan signifikan dalam suatu topik , maka tindakan selanjutnya yang harus diambil oleh guru adalah mengulang kembali topik tersebut atau memodifikasi pendekatan penyampaian agar murid - murid dapat menguasai topik tersebut .
Tujuan Penilaian Formatif :
v  Memperbaiki pengajaran pembelajaran .
v  Meningkatkan prestasi siswa pada akhir suatu pelajaran .
v  Memperlihatkan kelemahan - kelemahan yang ada baik pada penyampaian guru atau penguasaan murid dan selanjutnya guru akan memperbaiki agar murid dapat menguasai dengan lebih baik .
v  Menolong murid - murid menguasai sesuatu unit atau topik pembelajaran dan ini memungkinkan mereka memperoleh prestasi yang lebih baik pada akhir periode atau semester sekolah .
v  Memperbaiki kualitas serta dapat memprediksi prestasi siswa . Menjadi satu kepuasan kepada seseorang guru beliau dapat meningkatkan prestasi murid - murid dari waktu ke waktu .
v  Guru dapat meninggi dan mempertahankan prestasi yang memuaskan . Hal ini dalam perbandingan yang dapat dibuat antara prestasi murid sekarang dengan pencapaian murid lalu melalui catatan tes formatif yang telah dikendalikan dan mencatat masalah yang dihadapi oleh murid - murid dahulu serta langkah solusi yang telah diambil . Dengan cara ini , guru dapat mempertahankan prestasi siswa dan memprediksi pencapaian pada akhir penggal persekolahan .
v  Memodifikasi pengajaran seseorang guru .
v  Guru juga dapat menentukan pendekatan yang lebih baik dalam pengiriman .
v  Memberikan bimbingan belajar kepada murid - murid .
v  Menjadikan murid selalu siap untuk menduduki serangkaian tes yang dilakukan dan dengan itu membutuhkan ketekunan dan fokus pada topik - topik pembelajaran .

PENILAIAN SUMATIF
Penilaian sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada akhir pengajaran ( akhir semester / akhir tahun ) , yang bertujuan untuk menilai pencapaian akhir siswa . Berbeda dengan penilaian formatif yang lebih berfokus pada penilaian penguasaan siswa dalam suatu judul , penilaian sumatif bertujuan untuk menentukan pencapaian siswa pada akhir penggal persekolahan atau akhir tahun yang juga dapat menentukan efektivitas suatu kurikulum
Fitur :
v  Lebih berkonsentrasi menilai tingkat penguasaan siswa dalam satu - satu topik pembelajaran
v  Untuk menentukan pencapaian siswa pada akhir suatu penggal persekolahan dan digunakan untuk menentukan efektivitas suatu kurikulum secara keseluruhan .
Langkah - langkah membuat tes sumatif :
v  Membentuk tabel penentuan tes yang berisi informasi yang lengkap terkait tujuan , bentuk item , jumlah item , periode penilaian , konten dan sebagainya . Ini untuk memastikan validitas tes yang bakal dilaksanakan dan keandalan hasil yang diperoleh .
v  Merumuskan pertanyaan - pertanyaan yang berkaitan dengan isi dan perlakuan yang ingin diuji . Setiap item haruslah menguji tujuan pelajaran yang telah ditetapkan .
v  Kumpulkan item secara sistematis . Misalnya mengelompokkan item berdasarkan bentuk yang sama . Cek objektif dipisahkan dengan item mengisi tempat kosong , esai dan sebagainya . Cek juga dapat disusun urutan topik atau berdasarkan tingkat keterampilan kognitif . Misalnya menyusun pertanyaan mulai lantai rendah diikuti lantai lebih tinggi .
v  Menyiapkan skema penilaian untuk tujuan pemeriksaan kertas tes . Ini dapat mencegah terjadinya bias dalam pemberian nilai murid - murid .
v  Memberikan arahan yang jelas tentang apa yang seharusnya murid lakukan dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan .
v  Menguji item tersebut terlebih dahulu melalui tes rintis kepada sampel siswa untuk memastikan tes yang bakal dijalankan itu benar - benar sah dan dapat dipercaya serta dapat memperbaiki kelemahan - kelemahan yang ada pada item tersebut .
v  Menganalisis item yang telah diatur secara rintis untuk mengetahui tingkat kesulitan item , daya diskriminasi item , ketunggalan item , validitas dan keandalan tersebut serta memastikan pilihan jawaban yang disediakan ( distraktor ) dapat berperan dengan baik .
Tujuan :
v  Membantu murid - murid secara individu dalam meningkatkan prestasi .
v  Memberikan nilai kepada murid - murid berdasarkan prestasi yang ditunjukkan dalam ujian yang diselenggarakan .
v  Mengakui kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh siswa . Ini berdasarkan skor yang diperoleh oleh siswa dalam penilaian yang dilakukan
v  Dijadikan petunjuk dalam memulai sesuatu kursus baru yang terkait .
v  Memperlihatkan tingkat pencapaian yang berbeda menurut kelompok .

Formative vs Summative Assesment

PENILAIAN FORMATIF Penilaian formatif adalah penilaian yang dilakukan terus-menerus,, yaitu sepanjang proses pengajaran dan pembelaja...