Senin, 08 Oktober 2012

Penalaran dan Logika




Nama : Dedy A Bilaut
Nim : 11010210008
A. Penalaran
Pendapat orang bahwa binatang bernalar ternyata salah karena jika binatang mempunyai kemampuan menalar, maka bukan harimau jawa yang dilestarikan, melainkan manusia jawa. Kemampuan menalar menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia kekuasaan-kekuasaannya. Manusia selalu dihadapkan untuk memilih baik-buruk, indah-jelek, jalan benar-jalan salah. Dalam melakukan pilihan ini, manusia berpaling pada pengetahuan. Binatang juga mempunyai pengetahuan, namun terbatas untuk survival. Manusia mengembangkan pengetahuan untuk mengatasi kebutuhan kelangsungan hidupnya.
Pada hakekatnya penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. Penalaran merupakan proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Adapula ciri-ciri bernalaar sebgai berikut:
  1. Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika.
  2. Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.
B. Logika
Logika adalah merupakan peran akal yang memanfaatkan kebebasan yang dimilikinya menganggap sebagai kebenaran bahwa segala sesuatu yang ada paling kurang diragukan pun berarti tidak,mengakui bahwa bagaimanapun juga ditinjau secara mutlak, mustahil bawa ini merupakan peristiwa terpenting , karena secara demikian dapatlah dengan mudah ditarik perbedaan antara hal-hal yang termasuk akal.Logika adalah sebuah cabang filsafat yang praktis. Praktis di sini berarti logika dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam filsafat logika digunakan untuk melakukan pembuktian Suatu kebenaran. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga bisa dianggap sebagai cabang matematika. logika tidak bisa dihindarkan dalam proses hidup mencari kebenaran.Logika adalah sarana untuk berpikkir sistematis ,valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu bepikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan berpikir, Seperti setengah tidak boleh lebih dari satu.
Dalam berpikir logis kita harus mengetahui hal-hal berikut:
a. Mencintai kebenaran
Sikap ini sangat fundamental untuk berpikir yang baik, sebab sikap ini senatiasa menggerakkan si pemikir untuk mencari,mengusut , meningkatkan mutu berpikir dan penalarannya. Menggerakkan si pemikir untuk senantiasa mewaspadai roh-roh yang akan menyelewengkannya dari yang benar. Minsalnya menyederhanakan kenyataan,menyempitkan cakrawala/ perspektif, berpikir terkotak-kotak,memutlakkan titik berdiri atau suatu profil dan sebagainya.

b. Ketahuilah dengan sadar apa yang sedang anda kerjakan
Kegiatan yang sedang dikerjakan adalah kegiatan berpikir. Seluruh aktivitas intelek kita adalah suatu usaha terus menerus mengerjakan kebenaran yang diselingi dengan diperolehnya pengetahuan tentang kebenaran tetapi bersifat parsial.

c. Ketahuilah dengan sadar apa yang sedang anda katakan
Pikiran diungkapkan kedalam kata-kata. Kecermatan pikiran terungkap kedalam kecermatan kata-kata,karenanya kecermatan ungkapan pikiran kedalam kata merupakan sesuatu yang tidak boleh ditawar lagi.

d. Buatlah distingsi (pembeda) dan pembagian(klasifikasi) yang semestinya
Jika ada dua hal yang tidak memiliki bentuk yang sama , hal itu jelas berbeda .tetapi banyak kejadian di mana dua hal atau lebih menpunyai bentuk sama,namun tidak identik. Disinilah perlunya membuat distingsi ,suatu berbedaan.

e. Cintailah difinisi yang tepat
Penggunaan bahasa sebagai ungkapan sesuatu kemungkinan tidak ditangkap sebagaimana yang di ungkapkan atau yang dimaksud. Karenanya jangan segan membuat definisi. Difinisi harus diburu hingga tertangkap .Definisi adalah pembatasan yakni membuat jelas batas-batas sesuatu.

f. Ketahuilah dengan sadar mengapa anda menyimpulkan begini atau begitu
Ketahuilah mengapa anda berkata begini atau begitu. Anda harus bisa dan biasa melihat asumsi – asumsi.imflikasi-imflikasi,dan dan konsekkuensi-konsekuensi dari suatu penuturan. Pernyatan atau kesimpulan yang dibuat.

g. Hindarilah kesalahan kesalahan dengan segala usaha dan tenaga,serta sangguplah mengenali jenis,macam dan nama kesalahan, demikian juga mengenali sebab-sebab kesalahan pemikiran(penalaran).
Kegunaan Logika :
  1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
  2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
  3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
  4. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
  5. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir, kekeliruan, serta kesesatan.
C. Hubungan penalaran dan logika
Penalaran merupakan proses berpikir untuk mendapatkan pengetahuan. Supaya pengetahuan yang didapat benar maka penarikan kesimpulan harus dilakukan dengan benar atau mengikuti pola tertentu. Cara penarikan kesimpulan disebut logika. Ada dua cara penarikan kesimpulan yaitu logika induktif dan logika deduktif.
Induktif merupakan cara berpikir dengan melakukan penarikan kesimpulan yang bersifat umum berdasarkan kasus-kasus individu. Kentungan kesimpulan yang bersifat umum ini yang pertama adalah ekonomis. Dan yang kedua bahwa kesimpulan umum ini memungkinkan proses penalaran berikutnya baik induktif maupun deduktif. Dengan demikian memungkinkan untuk mendapatkan pengetahuan secara sistematis. Ciri-cirinya Jika premis benar, kesimpulan mungkin benar, tapi tak pasti benar,ciri yang berikut kesimpulan memuat informasi yang tak ada, bahkan secara implisit, dalam premis.
Deduktif merupakan cara berpikir untuk melakukan penarikan kesimpulan dari peryataan umum menjadi pernyataan khusus. Penalaran deduktif menggunakan pola berpikir silogisme. Dari premis mayor dan premis minor kemudian ditarik suatu kesimpulan. Cirinya Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar,dan Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.
Baik logika deduktif maupun induktif menggunakan pengetahuan sebagai premis-premisnya berupa pengatahuan yang dianggapnya benar.
Contoh penalaran logika deduktif
      1. Setiap kabupaten terpencil di papua mengirim utusannya untuk melanjutkan studi di STKIP surya
      2. Semua kabupaten di papua adalah kabupaten terpencil.
    Setiap kabupaten di papua mengirim utusannya untuk melanjutkan studi di STKIP Surya.
Contoh penalaran logika induktif
      1. Kabupaten Tolikara Mengirim 20 anak untuk melanjutkan studi di STKIP surya.
      2. Kabupaten Yalimu mengirim 20 anak untuk melanjutkan studi di STKIP surya.
      3. Kabupaten Kupang mengirim 20 anak untuk melanjutkan studi di STKIP surya.
      4. Kabupaten Merauke mengirim 20 anak untuk melanjutkan studi di STKIP surya.
        Setiap kabupaten mengirim 20 anak untuk melanjutkan studi di STKIP surya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formative vs Summative Assesment

PENILAIAN FORMATIF Penilaian formatif adalah penilaian yang dilakukan terus-menerus,, yaitu sepanjang proses pengajaran dan pembelaja...